There are no translations available. Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, PIKIRKANLAH SEMUA ITU! (Filipi 4 : 8) |
Welcome to GKSBS
Sidang Perayaan X Sinode GKSBS
Sidang sinode yang akan diadakan di Buay Madang merupakan Sidang yang merayakan berkat dan keberhargaan yang telah diberikan Tuhan untuk GKSBS. Keberhargaan dan berkat yang ada hendak dirayakan (dikembangkan) dalam persidangan dan diwujudnyatakan dalam Renstra GKSBS 2010-2015.
Dalam rangka mencapai harapan tersebut maka MPS GKSBS telah membentuk TIM PERSIAPAN MATERI Sidang Perayaan X Sinode GKSBS dengan formasi sebagai berikut :
Tim ini juga dilengkapi oleh Steering Comitee (Pengarah) yaitu : (akan ditentukan dalam rapat tgl 18 Januari 2010)
Tim tersebut diharapkan independen (tidak terikat) dan fair (adil) dalam menyiapkan bahan dan tekhnis persidangan. Untuk itu seluruh anggota TIM diupayakan tidak mencalonkan diri dan dicalonkan untuk menjabat sebagai Ketua dan Sekretaris MPH MPS periode 2010-2015.
Selain itu, beberapa progress report yang telah dicapai sehubungan dengan Sidang Perayaan X Sinode GKSBS :
1. Ada Action Plan yang telah disyahkan di Rapat MPS sampai Sidang. Action Plan ini seyogyanya menjadi acuan bersama dalam mempersiapkan diri menuju persidangan . Action Plan menjabarkan tahapan-tahapan dan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal dalam persidangan bulan Juli-Agustus 2010
2. Ada cerita sukses dari jemaat dan klasis yang disertai harapan-harapan kedepan sebagai acuan referensi program 2010 .
3. Ada panitia local / setempat yang menyediakan fasilitas persidangan. Jemaat-jemaat / Klasis-klasis telah mulai mengirimkan kontribusi terhadap persidangan ini yang ditujukan kepada Panitia Lokal.
4. Sosialisasi telah berjalan hampir seluruh klasis-klasis dan Jemaat umumnya telah mulai mempersiapkan diri.
Last Updated (Friday, 15 January 2010 12:44)
KEPEMIMPINAN
Tulisan ini saya tuangkan berdasarkan diskusi "lepas" yang dilakukan oleh KAWAN TRAINING CENTRE (KTC). diskusi lepas artinya memang diskusi yang dilakukan informal dan dalam suasana yang santai pada hari sabtu tiap minggu. Diskusi perdana ini mengambil isu tentang kepemimpinan. Sejujurnya, ada harapan besar mengapa saya kembangkan tulisan ini karena soal kepemimpinan ini sangat relevan untuk kita, terlebih saat menjelang Sidang IX Sinode GKSBS pada bulan Agustus 2010 nanti.
Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi tentang kepemimpinan. meminjam istilah OVJ (overa van java), ada beberapa "benang merah"nya.
Yang pertama adalah Seorang pemimpin dapat menjadi pemimpin yang kreatif jika dia menyerahkan dirinya untuk dipimpin oleh pemimpin yang sejati. bukan pemimpin yang melaksanakannya dengan tangan besi tetapi bersedia melayani satu dengan yang lain dengan sukacita. Ini adalah landasan theologis bagi seorang pemimpin. Artinya bahwa kepemimpinan harus diletakkan jauh-jauh dari sifat diktator dan "ingin menang sendiri", selalu ingin dimengerti oleh orang lain. Dengan kata lain, seorang pemimpin harus menyerahkan dirinya pada "ketiadaan". Pemimpin harus mundur ke belakang guna mempersiapkan ruang yang sangat luas bagi orang lain untuk berkembang. Tetapi hal ini tidak dimaknai sebagai "membiarkan" orang lain bekerja sendirian.

















