There are no translations available. Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, PIKIRKANLAH SEMUA ITU! (Filipi 4 : 8) |
Kalender Gerejawi
Kalender/Penanggalan liturgi gerejawi terdiri dari dua lingkaran yang diambil dari kehidupan Tuhan Yesus, yakni diawali masa natal sebagai kelahiran-Nya. Siklus kedua adalah siklus Paskah yang mengenang kematian dan kebangkitan-Nya, dan kemudian kalender gerejawi ditutup dengan Minggu Kristus Raja. Dengan demikian, penanggalan liturgi dimulai dari Minggu Pertama Adven (4 hari minggu sebelum natal) dan berakhir pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam pada hari minggu sebelum Adven I. Jadi referensi yang tetap dalam penetapan kalender gereja adalah hari Natal yakni tanggal 25 Desember. Adapun penetapan tanggal lainnya, seperti Rabu Abu, Paskah, dan Pentakosta mengikuti jadwal yang berubah dalam lingkaran kalender tersebut.
Siklus Natal sendiri terdiri dari:
- Minggu pertama Adven.s/d. minggu keempat Adven
- Hari Natal
- Minggu pertama sesudah Natal
Kemudian masuk ke minggu biasa
- Epifani.(minggu pertama di Tahun Baru)
- Minggu pertama sesudah Epifani.(Pembaptisan Yesus)
- Minggu kedua sesudah Epifani.s/d. minggu kedelapan sesudah Epifani
- Minggu terakhir sesudah Epifani (Minggu Transfigurasi).
Sementara siklus Paskah terdiri dari:
- Rabu Abu
- Hari minggu pertama Pra-Paskah.s/d. minggu kelima Pra-Paskah
- Minggu Paskah dengan urutan sbb:
* Minggu Palma/Passion/Sengsara
* Senin di dalam Minggu Sengsara
* Selasa di dalam Minggu Sengsara
* Rabu di dalam Minggu Sengsara
* Kamis Suci
* Jumat Agung
* Sabtu Suci
* Malam Paskah
- Paskah
Kemudian masuk ke minggu biasa
- Minggu kedua Paskah s/d. minggu keenam Paskah
- Kenaikan Yesus (Kamis ketujuh)
- Minggu ketujuh Paskah
- Minggu Pentakosta
- Minggu pertama sesudah Pentakosta (disebut Hari Trinitas)
-.Minggu minggu sesudah Pentakosta.(minggu biasa)
- Minggu terakhir Pentakosta (disebut Hari Kristus Raja)
Dengan demikian, kalender gerejawi pembagiannya diawali masa advent = 4 minggu, masa natal = 1 minggu, kemudian masuk ke minggu biasa = 8 minggu (termasuk Efipani dan Transfigurasi). Setelah itu masuk masa PraPaskah/Puasa = 5 minggu, kemudian Pekan Suci = 1 minggu, masa Paskah = 8 minggu, dan masuk lagi ke minggu biasa = 26 minggu dengan terakhir hari Minggu Kristus Raja. Baru kemudian kembali lagi berputar ke masa Adven seperti di atas. Jadi secara umum tahun kalender ini bisa dikatakan terdiri dari 4 minggu Masa Adven, 1 minggu Masa Natal, 7 minggu masa PraPaskah dan Paskah, dan 8 minggu masa Paskah. Sisanya di luar masa-masa tersebut adalah 32 atau 33 Hari Minggu yang disebut sebagai Masa Minggu Biasa (sebab dalam setahun total terdapat 52 atau 53 kali hari minggu).
Tanggal Paskah Selalu Berubah
Paskah adalah hari raya paling utama dalam kehidupan Gereja. Meski Natal selalu dirayakan umat Kristen lebih meriah, namun gereja selayaknya merayakan Paskah dengan lebih ”meriah” melebihi hari Natal. Dalam Minggu Paskah itu, seluruh misteri penebusan manusia kembali direnungkan mendalam. Sementara pada hari Minggu dan hari raya lainnya, perayaan gereja tetap mengarah pada misteri keselamatan Paskah. Hal itu yang menyebabkan hari Paskah juga disebut sebagai Hari Raya dari segala Hari Raya (solemnity of solemmities, summa sollemnitas).
Kalau penentuan hari Natal di dalam kalender selalu dikaitkan dengan titik balik selatan matahari berdasarkan belahan bumi utara yakni pada tanggal 22 Desember, maka penentuan Paskah dikaitkan dengan titik musim semi bagi belahan bumi Utara, yaitu tanggal 21 Maret. Di lain pihak, penetapan Paskah sendiri selalu dikaitkan dengan penanggalan lunar (berdasarkan posisi bulan), seperti tradisi Yahudi yang merayakan Paskah tanggal 14 Nisan, sebagaimana dinyatakan dalam Imamat 23: 5, ”Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.”
Dengan mengacu kepada sistem tersebut di atas, maka dapat ditetapkan kalender gerejawi setiap tahun hingga tahun 2025 seperti di bawah ini:
|
KALENDER GEREJAWI TAHUN 2008-2025 |
||||
|
Tahun |
Rabu Abu |
Paskah |
Pentakosta |
Minggu Advent I |
|
2008 |
6 Feb |
23 Maret |
11 Mei |
30 Nop |
|
2009 |
25 Feb |
12 April |
31 Mei |
29 Nop |
|
2010 |
17 Feb |
4 April |
23 Mei |
28 Nop |
|
2011 |
9 Maret |
24 April |
12 Juni |
27 Nop |
|
2012 |
22 Feb |
8 April |
27 Mei |
2 Des |
|
2013 |
13 Feb |
31 Maret |
19 Mei |
1 Des |
|
2014 |
5 Maret |
20 April |
8 Juni |
30 Nop |
|
2015 |
18 Feb |
5 April |
24 Mei |
29 Nop |
|
2016 |
10 Feb |
27 Maret |
15 Mei |
27 Nop |
|
2017 |
1 Maret |
16 April |
4 Juni |
3 Des |
|
2018 |
14 Feb |
1 April |
20 Mei |
2 Des |
|
2019 |
6 Maret |
21 April |
6 Juni |
1 Des |
|
2020 |
26 Feb |
12 April |
31 Mei |
29 Nop |
|
2021 |
17 Feb |
4 April |
23 Mei |
28 Nop |
|
2022 |
2 Maret |
17 April |
5 Juni |
27 Nop |
|
2023 |
22 Feb |
9 April |
28 Mei |
3 Des |
|
2024 |
14 Feb |
31 Maret |
19 Mei |
1 Des |
|
2025 |
5 Maret |
20 April |
8 Juni |
30 Nop |
Last Updated (Friday, 15 January 2010 10:49)

















