There are no translations available. (Appreciative Inquiry): kita harus membebaskan pikiran kita dari hal-hal yang tidak baik agar hanya kebaikanlah yang tersisa dalam pikiran kita. Dan bila hanya kebaikan yang mengisi pikiran kita maka baiklah pengertian kita. |
Exposure Sinode GMIM Ke GKSBS
Departemen Fungsional Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) adalah salah satu bidang pelayanan yang melaksanakan tugas perutusan gereja kepada jemaat dalam keanekaragaman profesi dan dunia kerja. Ada sekitar 34 Kelompok Fungsional (Profesi) dari keseluruhan warga jemaat di kalangan GMIM, terdiversifikasi dalam kelompok profesi konvensional sampai kepada kaum professional dan intelektual. Dalam keseluruhannya, jumalah terbesar dan potensial untuk diberdayakan adalah kelompok fungsional petani, nelayan, peternak dan buruh tidak tetap. (Sampai saat ini jumlah terbesar warga jemaat GMIM masih dalam kisaran profesi tradisionaldi atas ). Mereka menjadi tumpuan penopang pelayanan gereja
Pada tahun ini mereka melaksanakan exposure di berbagai tempat untuk memperlengkapi wawasan dan keterampilan tenaga pelayan fungsional (pendeta, vik.pendeta, penatua, dan syamas) menyangkut aspek-aspek pelayanan kepada jemaat dan masyarakat. rombongan tiba di Metro pada tanggal 12 Pebruari pkl. 08.30 WIB yang terdiri dari 30 orang pendeta, dokter, ahli pertanian, guru dan NGO. setelah beristirahat sejenak di Wisma Centrum GKSBS, peserta dan tim dari GKSBS langsung menuju desa Cempaka Nuban,Moroseneng. Kelompok ini memiliki alat pencacah rumput untuk pembuatan kompos dan pakan ternak diselingi dengan diskusi santai tentang pembuatan kompos dan pakan ternak, serta perbedaan pada hasil panen jika menggunakan pupuk kompos dan kimia.
kemudian peserta langsung menuju alat penghasil bio gas melihat bentuk kontruksi bangunan alat penbuat gas sambil mendapatkan penjelasan bagaimana proses kotoran sapi sampai menjadi gas untuk memasak di rumah bapak Pino. Menikmati makan siang bersama masakan hasil dari ayam organik sambil diskusi dengan kelompok mandiri energi sekitar suka dukanya berkelompok dan bagaimana nmenggerakkan kelompok membangun dan menggunakan limbah ternak sapi untuk dijadikan gas untuk memasak. “kami bangga kelompok kami menjadi tempat belajar banyak teman dari lain tempat bahkan sekarang dari Minahasa, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami” ungkapbapak Deki dalam acara diskusi di halaman rumah bapak Pino. Dari teman-teman GMIM juga berbagi teori bagaimana menanam kacang kacang tanah yang tiap batang bisa menghasilkan 120an biji kacang
Dari Moroseneng, peserta langsung menuju desa Metro Kibang diperkenalkan dengan herbisida, kompos, fungisida, insektisida, pembuatan dan penyediaan benih padi dan jagung yang semuanya adalah organik. kemudian peserta melihat langsung cabe dan jagung yang ditanam dengan dipupuk dengan pupuk organik serta membandingkan dengan tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia. Diskusi sekitar pembuatan dan asal-muasal pembuatan pupuk,obat-obatan organikdi fasiltasi oleh bapak Firman Muntako
Sebelum pulang pada sore hari itu juga, peserta berkumpul kembali di Wisma Centrum, untuk bersama-sama berdiskusi dengan tim GKSBS tentang pendekatan modal sosial yang dikembangkan GKSBS dalam pelayanan masyarakat.
*****Joe&admin*****

















