
Visi-Misi & Isu Utama yang Menguatkan
GKSBS Bertekun Menuju Buah yang Matang: Persekutuan yang Utuh, Mandiri dan Terbuka
Misi GKSBS 2025-2030:
Memperdalam spiritualitas ketekunan dan mengembangkan kapaistas pelayan
Membangun kemandirian finansial dan tata kelola yang transparan
Mewujudkan persekutuan yang inklusif dan pemberdaya
Menjadi agen keadilan sosial-ekologis dan membangun kemitraan transformatif
Keutuhan
Isu ini menitikberatkan pada penguatan kualitas internal GKSBS sebagai sebuah keluarga besar. Ini mencakup pendalaman spiritualitas pribadi dan komunal yang terus bertumbuh, peningkatan kapasitas dan relevansi para pelayan gereja, serta mewujudkan persekutuan yang benar-benar inklusif. Artinya, semua anggota, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan, merasa diterima, berpartisipasi penuh, dan diberdayakan. Pilar ini juga memastikan kesejahteraan holistik (spiritual, mental, fisik, sosial) jemaat dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai krisis atau bencana. Intinya, Keutuhan adalah tentang membangun komunitas gereja yang sehat, peduli, dan merangkul semua.
Kemandirian
Isu ini berpusat pada upaya GKSBS untuk menjadi gereja yang berdiri sendiri dan kuat secara internal. Ini mencakup kemampuan untuk mengelola keuangan dengan sehat dan transparan (tidak lagi bergantung pada pihak lain secara berlebihan), mengoptimalkan semua aset yang dimiliki, serta memastikan sistem organisasi dan sumber daya manusianya bekerja secara efektif, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku. Intinya, Kemandirian adalah tentang memastikan GKSBS memiliki fondasi yang kokoh dan berkelanjutan dari dalam.
.
Keterbukaan
Isu ini mendorong GKSBS untuk tidak mengisolasi diri, melainkan aktif berinteraksi dengan dunia luar. Ini berarti gereja harus proaktif dalam berdialog dengan berbagai pihak (lintas iman, lintas budaya, pemerintah, dan organisasi lain) untuk menciptakan kerja sama yang setara demi kebaikan bersama. Selain itu, Keterbukaan juga berarti GKSBS berani bersaksi dan relevan dalam menghadapi isu-isu sosial-ekologi mendesak yang ada di tengah masyarakat, serta mampu beradaptasi dan menggunakan teknologi secara bijaksana. Intinya, Keterbukaan adalah tentang menjadi berkat dan agen perubahan di tengah masyarakat luas.
.

Terbitan Sinode GKSBS
Tata Gereja GKSBS, Eklesiologi Rumah Bersama, dan Naskah Akademis Pokok-Pokok Ajaran GKSBS

Tata Gereja 2015
Tata Gereja GKSBS ini disahkan pada Sidang XI Sinode GKSBS tanggal 4-7 Agustus 2015 di Kotabumi Lampung Utara. Dalam Tata Gereja GKSBS ini, dipahami bahwa Jemaat – Klasis – Sinode merupakan satu kesatuan yang utuh sebagai wujud gereja.

Eklesiologi Rumah Bersama
GKSBS telah menyepakati bahwa eklesiologi yang sesuai dengan konteks GKSBS adalah Gereja sebagai Rumah Bersama. Metafor Rumah Bersama ini telah mulai diwacanakan sejak Sidang VIII Sinode GKSBS di Bengkulu tahun 2005.

Naskah Akademis PAG GKSBS
Referensi secara kritis teologi kontekstual menurut Bevans, yaitu unsur teks Alkitab, konteks dan tradisi. Selama ini, GKSBS menyadari betul akan pentingnya perumusan ajaran gereja bagi perkembangan iman jemaat dan semangat pembaharuan terus menggema …
Terbitan Tahun 2026
Masa Perayaan Paskah dan Pentakosta (MPPP), Bulan Diakonia, Bulan Pendidikan dan Kebangsaan dan Masa Perayaan Hidup Berkeluarga. Pada masing-masing bahan terbitan kalender gerejawi ini terdapat bahan untuk Sarasehan yang mengajak kita memperdalam tema, Bahan Kotbah Sumber Air Hidup (SAH), Panduan Kebaktian Anak (PKA), Panduan Pemahaman Alkitab (PA) untuk umum, perempuan dan pemuda remaja, dan Renungan.
Silakan klik pada gambar di bawah ini untuk mengunduh bahan-bahan sesuai dengan kalender gerejawi.

Masa Perayaan Paskah dan Pentakosta
Melangkah dalam Penebusan, Hidup dalam Keutuhan
Rabu Abu 18 Februari sampai dengan Pentakosta, Mei 2026

Bulan Diakonia dan HUT Ke-39 Sinode GKSBS
Membangun Jati Diri Gereja yang Utuh dengan Berdiakonia
5 – 26 Juli 2026 dan materi khusus HUT Ke-39 Sinode GKSBS pada 6 Agustus 2026
Update
Informasi Terkini
-
Kokohnya Hidup Orang yang Berbelas Kasihan
Renungan II Bulan DiakoniaMazmur 112:4–9 Mazmur 112 menggambarkan sosok yang diberkati Tuhan bukan dari kekayaan atau kedudukannya, melainkan dari karakter hidupnya. Ayat 4–9 menegaskan bahwa terang Tuhan memancar bagi orang benar, terutama mereka yang “pengasih, penyayang, dan adil.” Inilah tiga pilar kehidupan yang membuat seseorang berdiri kokoh meski badai menerpa. Pertama, orang yang berbelas…
Sebaran per Propinsi
Sinode GKSBS berada di 4 (empat) Propinsi di Sumatera Bagian Selatan, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Jambi.
Dari 14 Klasis di GKSBS, Propinsi Lampung terdapat jumlah Klasis terbanyak yaitu 9 Klasis, kemudian Sumatera Selatan ada 3 Klasis, Bengkulu 1 Klasis dan Jambi juga 1 klasis.

Statistik Jiwa dan Pelayan
Sinode GKSBS berada di 4 (empat) Propinsi di Sumatera Bagian Selatan, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Jambi.
Di empat Propinsi ini ada 14 (empat belas) Klasis dan 102 Jemaat. Pada Musyawarah Majelis Sinode (MMS) XIII di Palembang, dapat dilakukan pengumpulan data jiwa, Kepala Keluargam, kelompok ibadah, dan data-data lainnya.




